Selasa, 18 September 2012

RADIKAL = INDONESIA?

Paham dan aksi radikalisme tumbuh-berkembang menjadi semacam ideologi serta identitas mengancam multikulturalisme dan heterogenitas masyarakat Indonesia. Para penganut radikalisme menebar teror, menumbuhkan ideologi kebencian terhadap golongan yang berbeda kepercayaan serta yang memiliki perbedaan haluan teologi, ideologi, dan bahkan pergerakan politik (kami lebih suka menyebutnya "politRik"). Kebhinekatunggalikaan yang dimiliki oleh Indonesia pun semakin terancam keberadaannya, dan secara perlahan para radikalis memaksakan kehendaknya bahwa Indonesia harus menganut "Faham Agama yang Satu" untuk semuanya. Pertanyaannya, sampai kapan ini akan berlangsung? Apa kita tidak merasa malu terhadap perilaku sebagian orang yang justru merusak citra Indonesia di mata dunia? Saatnya kita berubah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar